Mayat Grant Wahl dipulangkan dari Qatar ke Amerika Serikat sesudah kematian yang mengagetkan di Doha

Mayat Grant Wahl datang di Amerika Serikat sekian hari sesudah ia wafat secara mengagetkan, berdasar laporan sah Qatar.

Ned Price yang disebut jubir Departemen Luar Negeri memberitahu jurnalis mengenai pengiriman mayat dan menjelaskan jika mereka terus berbicara dengan keluarga.

Selanjutnya, Departemen Luar Negeri memberitahukan jika mayat Whal datang di lapangan terbang JFK New York saat pagi hari dengan seorang petinggi dari kedutaan, sementara Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken sampaikan berkabung lewat Twitter

Jenazah Wahl tiba di bandara JFK pada Senin pagi

“Saya sangat menghargai Grant Wahl, yang tulisannya tidak hanya menangkap esensi dari permainan yang indah ini, tetapi juga dunia di sekitarnya,” lanjut Blinken. efektif untuk memenuhi keinginan mereka.”

Seperti yang telah kami liput saat berita ini tersiar, Grant Wahl sedang meliput pertandingan antara Argentina dan Belanda pada hari Jumat ketika dia tiba-tiba pingsan.

Mayat Wahl datang di lapangan terbang JFK pada Senin pagi

“Saya benar-benar menghargakan Grant Wahl, yang tulisannya bukan hanya tangkap akar dari permainan yang cantik ini, tapi juga dunia disekelilingnya,” lanjut Blinken. efisien untuk penuhi kemauan mereka.”

Sama seperti yang sudah kami liput saat informasi ini tersebar, Grant Wahl sedang mengulas laga di antara Argentina dan Belanda di hari Jumat saat ia mendadak tidak sadarkan diri.

EMT memerlukan waktu kelamaan untuk mengalihkannya ke rumah sakit

Informan genting dengannya di stadion sepanjang sekitaran 30 menit saat sebelum mengalihkannya ke rumah sakit paling dekat pada kondisi itu

Sama seperti yang kami adukan awalnya, Wahl yang berumur 49 tahun wafat sesudah tidak sadarkan diri di kotak jurnalis saat mendatangi laga Argentina versus Belanda di hari Jumat.

Informan klinis menjaga Wahl di stadion sepanjang nyaris 30 menit saat sebelum membawa ke rumah sakit paling dekat.

Tidak ada defibrillator yang ada di stadion

Reporter Josh Glancy yang ada di kotak jurnalis memberi komentar langsung mengenai apa yang muncul karena ia yakin jika staff klinis bisa menyiapkan diri dengan lebih bagus untuk peluang kondisi genting klinis.

Kenapa tidak ada defibrillator? Tersebut pertanyaan yang tetap kami tanya keduanya, saat petugas klinis memompa dan memompa tanpa hasil,”
Glancy menulis, “Di stadion hebat berharga miliaran dolar ini, yang mempunyai suite VIP yang paling eksklusif sampai meliputi ruang tidur, yang hendak jadi tuan-rumah final Piala Dunia, kenapa tidak ada defibrillator yang ada? Beberapa saat berakhir, dan kami terus menginginkannya tiba. Tetapi itu tidak sempat terjadi.”

Otopsi belum dilaksanakan di US Soil

Grant Wahl sudah mengatakan jika sepanjang satu minggu saat sebelum meninggalnya ia menanggung derita bronkitis yang kronis, tapi tidak ada pengakuan sah dari kewenangan AS berkenaan pemicu meninggalnya.

Leave a Reply