Andra Martin

Tips Judi Bola Slot Poker Online Casino Terlengkap

Andra Martin

Tips Judi Bola Slot Poker Online Casino Terlengkap

Taruhan Olahraga

Taruhan Olahraga

Bertaruh pada Golf: Analisis Lapangan dan Cuaca

Golf, sebuah olahraga yang membutuhkan keterampilan, strategi, dan bakat alami, tidak hanya menjadi tempat bagi para atlet yang berusaha untuk mencapai tujuan mereka, tetapi juga menjadi lingkungan yang menarik bagi para pecinta judi. Golf menawarkan kombinasi kecerdasan, ketepatan, dan analisis lapangan dan cuaca yang luar biasa bagi mereka yang mencari pengalaman taruhan olahraga yang luar biasa. Dalam artikel ini, kami akan membahas pentingnya analisis lapangan dan cuaca dalam taruhan golf untuk membantu para penjudi membuat keputusan yang bijaksana.

Golf: Lebih dari Sebuah Olahraga

Golf adalah seni di atas lapangan hijau. Bagi penjudi, memahami karakteristik khusus setiap lapangan dapat menjadi sangat penting untuk mendapatkan keuntungan. Pemenang ditentukan oleh desain lapangan, panjangnya, dan kualitas tanah. Dalam mengambil keputusan taruhan, pemain yang mampu membaca lapangan memiliki keunggulan.

  • Panjang Lapangan dan Stik yang Digunakan: Pemain harus memilih stik yang sesuai dengan panjang lapangan, karena pemain dengan pukulan yang lebih panjang mungkin akan unggul di lapangan dengan jangkauan yang lebih besar. Analisis ini membantu penjudi memprediksi kinerja pemain berdasarkan panjang lapangan yang mereka hadapi.
  • Desain Lapangan yang Menentukan Strategi: Desain lapangan juga sangat penting. Rintangan alami, seperti danau dan hutan, dapat memengaruhi cara permainan dimainkan. Pemain yang memiliki pemahaman yang baik tentang desain lapangan dan dapat menyesuaikannya akan memiliki keunggulan. Ini mencakup kecerdasan membaca lapangan dan keterampilan teknis.
  • Kondisi Tanah yang Mempengaruhi Permainan: Lapangan yang berumput tidak semudah lapangan berpasir. Kondisi tanah dapat memengaruhi pergerakan bola dan strategi permainan. Para penjudi harus mempertimbangkan preferensi pemain terhadap jenis lapangan tertentu dan bagaimana hal itu akan memengaruhi hasil taruhan mereka.

Cuaca: Faktor Tak Terduga

Cuaca dapat menjadi sekutu atau musuh di dunia golf. Para penjudi yang cerdas mempertimbangkan keterampilan pemain dan faktor cuaca yang tidak dapat diprediksi. Hasil pertandingan dapat dipengaruhi oleh angin, suhu, dan kondisi cuaca lainnya.

  1. Kecepatan dan Arah Angin: Dalam golf, angin adalah salah satu komponen terpenting. Pergerakan bola sangat dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin. Pemain yang mampu membaca dan menyesuaikan permainan mereka dengan angin akan memiliki keunggulan. Analisis cuaca yang teliti dapat membantu penjudi memprediksi pemain mana yang akan tampil lebih baik dalam cuaca tertentu.
  2. Suhu dan Kelembaban: Selain itu, suhu dan kelembaban udara sangat penting; suhu tinggi dapat membuat lapangan berjalan lebih cepat, sementara kelembaban dapat memengaruhi bagaimana pemain memegang stik mereka. Para penjudi harus mempertimbangkan preferensi pemain terhadap kondisi cuaca tertentu dan bagaimana hal itu dapat berdampak pada kinerja pemain.
  3. Hujan dan Kondisi Cuaca Ekstrem: Hujan dapat sangat mengubah lapangan. Pemain yang biasanya unggul di lapangan kering mungkin menghadapi tantangan tambahan di bawah hujan. Cuaca ekstrim seperti badai petir dapat memengaruhi jadwal pertandingan dan menyebabkan penundaan atau pembatalan pertandingan.

Hei, kamu! Sudah siap untuk merasakan serunya judi bola? Di situs kami, yang juga dikenal sebagai situs judi vio88, kami punya semua yang kamu butuhkan dari keamanan hingga bonus melimpah. Jangan khawatir, karena kami termasuk dalam kategori judi bola resmi yang selalu terupdate, jadi kamu tidak akan ketinggalan info penting. Bergabunglah dengan kami dan nikmati pengalaman bermain yang seru. Daftar sekarang, dan ayo buktikan siapa yang bisa jadi pemenang!

Menggabungkan Analisis Lapangan dan Cuaca

Menggabungkan Analisis Lapangan dan Cuaca
Menggabungkan Analisis Lapangan dan Cuaca

Analisis lapangan dan cuaca adalah bagian penting dari membuat keputusan taruhan golf yang lebih baik. Dengan mempertimbangkan hal-hal ini, Anda dapat lebih memahami bagaimana pemain akan bermain dalam situasi tertentu.

Misalnya, jika lapangan memiliki banyak hambatan air dan angin kuat, pemain yang pandai mengatasi hambatan air dan menguasai bola di bawah angin yang kuat mungkin memiliki keunggulan. Pemain yang kurang berpengalaman mungkin mengalami kesulitan.

Selain itu, melihat sejarah dan hasil pemain di lapangan dengan atribut tertentu juga dapat menunjukkan bagaimana mereka mungkin bermain dalam kondisi cuaca tertentu. Jika seorang pemain memiliki catatan yang baik di lapangan dengan rumput yang keras dan prakiraan cuaca menunjukkan suhu yang tinggi, mereka mungkin memiliki keunggulan karena gaya bermain mereka yang cocok dengan kondisi cuaca tersebut.

Sebelum membuat keputusan tentang taruhan golf, sangat penting untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang lapangan dan cuaca. Anda dapat membuat prediksi yang lebih akurat dengan melihat desain lapangan, panjang, karakteristik tanah, rekam jejak pemain, dan kecepatan, hujan, suhu, dan kondisi udara.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa variabel seperti keberuntungan dan kinerja pribadi pemain juga dapat memengaruhi hasil. Oleh karena itu, tidak ada jaminan bahwa analisis lapangan dan cuaca selalu akan menghasilkan prediksi yang benar.

Selalu penting untuk bertaruh dengan bijak dan mengelola risiko dengan baik dalam taruhan golf. Analisis lapangan dan cuaca dapat membantu Anda membuat keputusan taruhan yang lebih informasi, tetapi jangan lupakan faktor lain yang juga dapat mempengaruhi hasil.

Kesimpulan:

Golf tidak hanya bergantung pada keberuntungan; itu juga memerlukan pemahaman dan analisis. Panjang, desain, kondisi tanah, angin, suhu, dan kelembaban lapangan dapat membantu penjudi membuat keputusan yang lebih baik. Pecinta judi dapat menikmati pengalaman taruhan yang lebih mendalam dan meningkatkan peluang mereka untuk menang dengan memahami bagaimana lapangan dan cuaca dapat memengaruhi permainan. Selamat bertaruh, dan semoga Anda selalu memiliki keberuntungan!

Taruhan Olahraga

Bertaruh pada Liga NFL: Tips untuk Sukses

Hidupkan Semangatmu dan Raih Kemenangan Besar dengan Taruhan NFL

Woi Bro, gue akan kasih tau lo beberapa tips keren untuk jadi pemenang sejati dalam ajang liga NFL. Kita gak cuman hanya nonton doang, tapi bisa dapetin uang juga loh di situs judi bola. So, jangan ngoyo, baca artikel ini, dan siap-siap menang besar ya!

Pahami Stats dan Data: Bukan Sekadar Hoki

Kita gak boleh asal tebak dalam taruhan NFL. Penting banget untuk ngeliat statistik dan data sebelum mulai taruhan. Cek performa tim, pemain andalan, cedera, cuaca, dan hal-hal penting lainnya. Ini bukan tentang hoki, bro. Kita bisa pake ilmu!

Pasukan apa yang lagi panas dan siapa yang lagi dingin? Pemain bintang apa yang punya rekor luar biasa, dan siapa yang cedera atau bermasalah dalam performa? Informasi seperti ini bisa jadi senjata rahasia kita dalam memilih tim yang tepat. Jangan cuma mendengarkan obrolan pub, tetapi gali data secara mendalam.

Jangan hanya bergantung pada statistik musim ini. Sejarah head-to-head kedua tim juga bisa memberikan wawasan berharga. Ada tim yang selalu jadi momok bagi tim lain, dan itu bisa memengaruhi hasil pertandingan.

Cari Tahu Tentang Odd dan Spread

Gak paham tentang odds dan spread? Tenang, lo gak sendirian. Odds itu ukuran potensial keuntungan kita, dan spread itu selisih skor yang harus kita pertaruhkan. Pelajarin cara baca odds dan spread, biar lo gak bingung lagi. Ini rahasia sukses dalam taruhan NFL.

Odds biasanya ditampilkan dalam format desimal, pecahan, atau moneyline. Cobalah untuk memahami cara kerja masing-masing format ini. Dan jangan lupa, odds juga mencerminkan peluang menang. Jadi, semakin besar odds, semakin kecil peluang tim tersebut untuk menang. Itu artinya, kita bisa dapetin uang lebih banyak jika taruhan kita pada tim underdog sukses.

Spread, di sisi lain, sebagai cara buat pertandingan yang sepertinya seimbang jadi lebih menarik. Jika lo taruhan pada tim favorit, mereka harus menang dengan selisih skor tertentu. Kalo lo taruhan pada tim underdog, mereka bisa kalah tapi masih bisa ngasih kita kemenangan jika selisihnya lebih kecil daripada spread.

Baca jugaBertaruh pada Golf: Analisis Lapangan dan Cuaca

Kontrol Emosi, Jangan Ikuti Hati yang Panas

Ketika kita nonton tim favorit kita main, emosi bisa meledak-ledak. Tapi, jangan biarkan emosi mengatur taruhan kita. Jangan gegabah. Tetap tenang dan rasional. Taruhan itu soal strategi, bukan soal hasrat.

Sebenernya, ini salah satu hal yang paling sulit. Kalo tim favorit lo main, biasanya lo punya rasa loyalitas yang kuat ke mereka, dan lo bisa jadi tergoda buat taruhan pada mereka tanpa pertimbangan yang matang. Tapi percayalah, emosi jarang memberikan hasil yang baik dalam taruhan.

Sebaliknya, penting banget buat tetap rasional. Pertimbangkan faktor-faktor seperti performa tim, statistik, dan odds. Jika semua faktor ini menunjukkan bahwa taruhan pada tim favorit gak masuk akal, jangan ragu buat taruhan pada tim lawan. Ini tentang menghasilkan uang, bukan tentang mendukung tim kesayangan.

Bertaruh pada Liga NFL: Ayo Mulai Bertindak!

Bertaruh pada Liga NFL

Jadi Pemenang, Bukan Penonton

Udah baca tips di atas? Taruhan NFL itu bukan cuma omong kosong loh, tapi aksi nyata darimu di situs idn sport bro. Ayo, kita gaspol! Berikut beberapa tips:

1. Mulai Dengan Taruhan Kecil

Jangan langsung nekat taruhan besar. Mulai dengan taruhan kecil dulu. Ini cara ampuh buat belajar dan ngasah skill taruhan kita tanpa kehilangan banyak uang. Nanti, begitu kita udah jago, bisa naikin taruhan.

Taruhan NFL itu bukan soal menjadi jutawan dalam semalam. Jadi, buat rencana taruhan yang masuk akal dan sesuai dengan anggaran kita. Dengan taruhan kecil, kita bisa belajar tanpa risiko besar, dan ini bisa jadi pelajaran berharga.

Ketika kita merasa lebih percaya diri, baru kita bisa mulai menaikkan taruhan. Tapi ingat, selalu pertahankan kendali dan jangan terlalu rakus. Bertaruh pada NFL itu jangka panjang, jadi yang penting lo harus menjaga konsistensi.

2. Manfaatkan Bonus dan Promosi

Banyak situs taruhan yang ngasih bonus dan promosi menarik. Manfaatkan ini sebaik mungkin. Jangan sia-siakan kesempatan buat dapetin uang tambahan dari bonus ini. Biar kita punya peluang lebih besar untuk menang!

Bonus biasanya berupa uang tambahan untuk taruhan atau taruhan gratis. Cara ini bagus buat lo meningkatkan peluang menang tanpa mengeluarkan lebih banyak uang. Jadi, sebelum mendaftar di situs taruhan, pastikan kita cari tahu apa saja bonus dan promosi yang mereka tawarkan.

Ingat, selalu baca syarat dan ketentuan bonus dengan cermat. Ada batasan dan persyaratan tertentu yang harus kita penuhi sebelum bisa menarik uang bonus. Jadi, pastikan kita memahami semuanya dengan baik.

3. Pantau Hasil Taruhan dan Pelajari Kesalahan

Setiap taruhan yang lo lakuin merupakan pelajaran beharga. Kalo kita menang, itu bagus, tapi kalo kalah, jangan panik. Cari tahu kenapa kita kalah, pelajari kesalahan, dan perbaiki strategi kita. Ingat, kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan!

Buat jurnal taruhan pribadi. Catat setiap taruhan yang kita lakukan, alasan di balik taruhan tersebut, hasilnya, dan apa yang bisa kita pelajari dari taruhan tersebut. Cara terbaik ini buat melihat pola-pola taruhan kita dan mengidentifikasi kesalahan yang perlu diperbaiki.

Jangan lupakan untuk memantau hasil taruhan kita secara keseluruhan. Apakah kita untung atau rugi? Dengan informasi ini, kita bisa mengevaluasi apakah kita perlu mengubah strategi taruhan kita atau tidak.

Kesimpulan

Bro, taruhan NFL bisa jadi cara yang seru buat kamu nambahin keseruan dalam menonton pertandingan. Tapi, ini bukanlah permainan sembarangan. Dengan pengetahuan, strategi, dan disiplin, kita bisa jadi pemenang sejati. Jangan lupa, taruhan itu tentang pengendalian emosi dan kebijakan dalam mengatur modal.

Disclaimer: Taruhan olahraga bisa membuat ketagihan dan merugikan jika tidak dimainkan dengan bijak. Artikel ini hanya bertujuan sebagai hiburan dan informasi, bukan ajakan untuk berjudi. Selalu bertanggung jawab dalam bermain taruhan. Jika kamu merasa kesulitan mengendalikan kebiasaan berjudi, segera cari bantuan profesional. Semoga sukses dalam taruhan NFL-mu, bro! Gaspol!

NewsTaruhan Olahraga

Penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez tentang heroik penalti final Piala Dunia ‘Saya melakukan pekerjaan saya’

Argentina dibuat menderita sebelum mendapatkan gelar Piala Dunia pertama mereka dalam 36 tahun, setelah dua kali menyia-nyiakan keunggulan, termasuk di perpanjangan waktu sebelum mengalahkan juara bertahan Prancis 4-2 melalui adu penalti di final pada hari Minggu.

“Itu adalah pertandingan di mana kami menderita,” kata penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez, yang menyelamatkan satu penalti dalam adu penalti pada Minggu setelah sebelumnya menyelamatkan dua tendangan penalti lagi di perempat final melawan Belanda.

“Dua tembakan jelek, dan mereka [Prancis] menyamakan kedudukan. Mereka memberi mereka penalti lagi, mereka mencetak gol. Terima kasih Tuhan kemudian saya melakukan hal saya, apa yang saya impikan.”

Itu adalah final yang dramatis dengan Argentina pertama menyia-nyiakan keunggulan dua gol di waktu reguler dan kemudian kembali unggul di perpanjangan waktu dengan gol kedua Lionel Messi sebelum Kylian Mbappe menyelesaikan hat-tricknya untuk menyamakan kedudukan 3-3 di menit ke-118 dengan penalti kedua yang memaksa adu penalti.

“Tidak mungkin ada Piala Dunia yang saya impikan seperti ini. Saya tenang selama adu penalti,” kata Martinez.

Bagi pelatih Argentina Lionel Scaloni, itu adalah penyelesaian akhir yang menegangkan untuk turnamen yang penuh gejolak dan dia tidak dapat menahan air matanya setelah peluit akhir dibunyikan.

“Saya tidak percaya bahwa kami sangat menderita dalam pertandingan yang sempurna. Luar biasa, tetapi tim ini merespons semuanya,” kata Scaloni.

“Saya bangga dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Ini adalah grup yang menyenangkan. Dengan pukulan yang kami terima hari ini, dengan hasil imbang, ini membuat Anda emosional. Saya ingin memberitahu orang-orang untuk menikmatinya, ini adalah momen bersejarah bagi negara kami.”

Itu adalah gelar dunia ketiga untuk Argentina dan yang pertama sejak mendiang Diego Maradona memenangkan trofi hampir sendirian pada tahun 1986.

Bagi para pemain dan kapten Argentina Messi, yang mencetak dua gol dalam 120 menit sebelum juga mencetak gol dalam adu penalti, itu adalah gelar terbesar dalam karir mereka.

Tim Argentina asuhan Messi baru-baru ini mencapai final pada 2014, tetapi pada kesempatan itu mereka finis terbaik kedua di bawah Jerman.

“Saya tidak akan pernah melupakannya. Kami harus menderita tetapi kami pantas menang,” kata bek Argentina Rodrigo De Paul. “Kami telah mengalahkan juara terakhir, itu adalah kegembiraan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata.

“Saya bangga dilahirkan di Argentina, dan hari ini kami berada di puncak dunia.”

NewsTaruhan Olahraga

Pandangan yang terlalu dini di Piala Dunia 2026 Harapkan Prancis untuk menang, Mbappe vs. Haaland, AS untuk masuk jauh ke dalam sistem gugur

Piala Dunia 2022 telah usai. Bintang-bintang bersinar, hasil yang mengejutkan menunjukkan bahwa sepak bola benar-benar permainan global, beberapa nama baru telah muncul dan, pada akhirnya, Argentina mengangkat Piala Dunia ketiga mereka (walaupun sebenarnya, kisahnya adalah Lionel Messi memenangkan Piala Dunia pertamanya). pada upaya kelima dalam karier yang gemerlap).

Tetapi dengan Qatar 2022 sekarang diserahkan ke sejarah, dan hanya 3½ tahun lagi hingga Piala Dunia berikutnya dipentaskan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, inilah saatnya untuk melihat ke depan bagaimana turnamen itu akan dimainkan terlalu dini. prediksi tahun 2026.

Tidak ada negara besar yang akan ketinggalan

Setiap Piala Dunia berlangsung dengan setidaknya satu negara kelas berat gagal lolos: Italia absen pada 2018 dan 2022, sementara Kolombia, Chili, dan Mesir juga absen dari Qatar 2022. Tetapi dengan Piala Dunia 2026 berkembang dari 32 menjadi 48 peserta. negara, akan menjadi lebih sulit untuk dilewatkan daripada benar-benar memenuhi syarat untuk sebagian besar tim pembangkit tenaga listrik.

Eropa akan mendapatkan tiga tempat tambahan dan Amerika Selatan dua lagi, dengan tambahan empat tempat masing-masing untuk Asia dan Afrika. Tuan rumah AS, Meksiko, dan Kanada akan lolos secara otomatis, tetapi masih akan ada tiga kualifikasi lainnya dari CONCACAF, yang berarti kampanye kualifikasi yang sangat buruk untuk dilewatkan pada tahun 2026.

Bersiaplah untuk beberapa skor besar

Kelemahan dari Piala Dunia yang diperluas akan menjadi jurang kualitas yang lebih besar antara tim-tim top dan mereka yang hanya berhasil karena tempat kualifikasi tambahan.

Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol di Qatar, sementara Maroko mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal dalam perjalanan untuk menjadi semifinalis pertama di Afrika. Tetapi akankah tim terbaik kedelapan di Afrika atau Asia — saat ini, Mali atau Uni Emirat Arab — akan benar-benar kompetitif di tahun 2026? Akankah Selandia Baru akhirnya memenangkan pertandingan di Piala Dunia – Oseania mendapatkan satu tempat kualifikasi yang terjamin – setelah kembali tanpa kemenangan dari dua turnamen sebelumnya?

Piala Dunia yang lebih besar berarti peluang yang lebih besar bagi negara-negara untuk lolos, tetapi ketika mereka sampai di sana, itu bisa menjadi kurva pembelajaran yang cukup curam melawan tim-tim top.

Bersiaplah untuk Haaland v. Mbappe

Tidak akan ada Messi vs Cristiano Ronaldo pada tahun 2026, tetapi bersiaplah untuk Erling Haaland untuk menantang Kylian Mbappe untuk status sebagai superstar sepakbola terbesar.

Norwegia belum lolos ke Piala Dunia sejak 1998, tetapi dengan pemain depan Manchester City Haaland dan kapten Arsenal Martin Odegaard sekarang memimpin tim, sulit membayangkan mereka tidak akan berhasil di tahun 2026. Penyerang Prancis Mbappe sudah memiliki dua turnamen Piala Dunia yang gemerlap atas namanya dari 2018 dan 2022, tetapi Haaland adalah satu-satunya pemain saat ini yang dapat menantangnya untuk disebut sebagai bintang sepak bola paling menarik.

Piala Dunia 2026 membutuhkan Haaland, dan dia adalah pencetak gol yang sangat kuat sehingga Norwegia harus dapat mengklaim salah satu dari 16 tempat kualifikasi Eropa untuk memastikan dia bermain di panggung sepakbola terbesar.

NewsTaruhan Olahraga

Kemitraan sempurna Julian Alvarez dengan Lionel Messi telah menjadi kunci keberhasilan Argentina mencapai final Piala Dunia

Julian Alvarez muncul sebagai pelapis ideal untuk Lionel Messi dalam perjalanan emosional Argentina ke final Piala Dunia melawan Prancis. Selain mencetak empat gol, lari keras penyerang Manchester City itu membantu menyeimbangkan serangan Lionel Scaloni…

Julian Alvarez hanya menjadi starter di salah satu kualifikasi Piala Dunia Argentina dan berada di bangku cadangan untuk dua pertandingan pertama mereka di Qatar. Dia bisa mengakhirinya dengan memimpin negaranya menuju kejayaan setelah membentuk kemitraan yang tak tertahankan dengan Lionel Messi.

Mencetak gol melawan Polandia di awal Piala Dunia pertamanya menegaskan perkembangan Argentina. Golnya melawan Australia setelah merampok kiper Mat Ryan melambangkan antusiasmenya. Melawan Kroasia di semifinal, dia menggarisbawahi pentingnya dirinya untuk timnya.

Ada lelucon lama yang berasal dari fakta bahwa Stan Mortensen mencetak hat-trick untuk Blackpool di final Piala FA 1953, sebuah pertandingan yang dikenal sebagai ‘The Matthews final’. Dikatakan bahwa ketika Mortensen meninggal, pemakamannya akan dikenal sebagai ‘Pemakaman Matthews’.

Alvarez mencetak dua dari tiga gol Argentina dan dia memenangkan penalti untuk yang lainnya. Messi-lah yang memenangkan penghargaan man of the match. Bahkan pria hebat itu tampaknya menerima bahwa rekan mudanya dalam serangan mungkin adalah orang yang mengklaim hadiah khusus ini.

“Setiap pemain melakukannya dengan baik, tetapi jika saya harus memilih, saya akan memberikan penghargaan ini kepada Julian Alvarez,” kata Messi. “Pertandingan dari Julian sangat bagus,” tambah pelatih kepala Lionel Scaloni. “Bukan hanya karena dia mencetak dua gol, tapi karena dia membantu gelandang kami.”

Sebagai bintang pelarian pergi, striker Manchester City mungkin terlalu terkenal untuk semua itu. Tapi kenaikannya sangat cepat. Berbicara kepadanya di musim gugur, Alvarez, 22, enggan untuk berkomitmen bahkan sampai ke Piala Dunia ketika ditanya tentang harapannya untuk musim dingin.

“Skuadnya bahkan belum diumumkan, bahkan daftar skuat yang akan diambil, tapi saya berharap untuk berada di sana,” katanya kepada Sky Sports. “Jelas, Piala Dunia adalah hal terbesar dalam sepak bola dan akan menyenangkan untuk berpartisipasi.”

Alvarez telah melakukan lebih dari sekedar berpartisipasi. Dia telah menyeimbangkan serangan Argentina dengan larinya di sepertiga akhir. Keajaiban Messi telah membuat perbedaan tetapi kurangnya gerakannya sekarang menuntut lebih banyak dari yang lain. Alvarez telah menyampaikan itu.

Di River Plate, pelatihnya Marcelo Gallardo berbicara tentang kebiasaan bermain di setiap pertandingan seolah-olah itu yang pertama. “Itu menular.” Di Man City, Pep Guardiola mencatat bahwa Alvarez “selalu positif” dan meningkatkan intensitas tim dengan kerja pertahanannya.

Apakah itu melayang ke kiri atau kanan untuk menutup serangan, dia telah ada di sana mencoba untuk memenangkan kembali penguasaan bola di sepertiga akhir, satu orang menekan untuk Argentina. Tidak ada striker yang memblokir lebih banyak operan di Piala Dunia. Dia adalah orang yang dibutuhkan Argentina. Pria yang dibutuhkan Messi.

Bahwa Argentina adalah tim yang bermain untuk Messi telah menjadi tema. “Saya lebih suka memenangkannya untuk dia daripada untuk saya,” kata penjaga gawang Emiliano Martinez menyusul kesuksesan Copa America tahun lalu. Di atas lapangan, Alvarez mewujudkannya lebih dari siapa pun.

Ada momen di semifinal melawan Kroasia ketika Messi merekayasa ruang yang cukup untuk melepaskan tembakan dari sudut. Dia mengambilnya dan itu disimpan. Seandainya dia melewati kiper atau mencari umpan, Alvarez mungkin bisa menyelesaikannya.

Tidak ada keluhan. Sebaliknya, ketika Messi bereaksi terhadap peluang yang hilang, Alvarez sudah pergi, memburu bek yang mencoba membawa bola pergi dan melakukan pelanggaran yang mencegah Kroasia melakukan serangan balik. Itu tipikal dari sikapnya.

NewsTaruhan Olahraga

Tren taktis Piala Dunia 2022 Tembakan yang lebih baik, permainan yang lebih luas, dan menguasai bola tidak berarti menang

Kembali pada bulan November, sebelum Piala Dunia dimulai, saya menyelami harta karun yaitu arsip data grafik Piala Dunia StatsPerform untuk melihat tren yang telah berubah dan mengambil alih olahraga dari tahun 1966 hingga 2018. Kapan permainan penguasaan bola mulai benar-benar mengambil alih? (1990 atau lebih, dan kemudian nyata pada 2014.) Kapan tim mulai mengorbankan kuantitas tembakan demi kualitas tembakan? (Sangat banyak 2014.) Apakah 2018 seaneh kelihatannya untuk efisiensi set piece? (Adalah.)

Dengan Piala Dunia 2022 hampir selesai, kami sekarang memiliki kumpulan data lain untuk diambil. Apa yang telah kami pelajari selama sebulan terakhir ini yang memberi tahu kami bagaimana olahraga ini dapat berkembang? Dan apakah beberapa hasilnya semenyenangkan kelihatannya? (Adalah.)

Oke, tidak juga. Stats adalah bahasa yang kami gunakan untuk berbicara tentang sebuah game, dan keberadaan data StatsPerform ini sejak Inggris 1966 adalah berkah mutlak. Tetapi beberapa tahun memberi kita hasil yang lebih lucu daripada yang lain.

Untuk masing-masing dari 15 Piala Dunia dalam kumpulan data, mari kita lihat korelasi antara poin masing-masing tim per pertandingan dan selisih gol yang diharapkan (xG). (Catatan: Jika Anda memenangkan pertandingan sistem gugur dalam adu penalti, kami menghitungnya sebagai seri untuk tujuan ini. Maaf, Kroasia.)

Selama jangka waktu yang cukup lama, diferensial xG Anda menjadi sangat memprediksi kesuksesan di masa mendatang. Ini pada dasarnya melihat kualitas tembakan yang Anda hasilkan versus lawan Anda, dan meskipun keterampilan finishing jelas penting, itu sangat penting. Berikan semua tim ini 100 game, dan peringkat diferensial xG akan terlihat persis seperti peringkat poin per game Anda. Jamin tim hanya tiga pertandingan, dan Anda akan mendapatkan hasil yang menarik. Dan hasil di tahun 2022 sangat funky.

Korelasi antara poin per game dan diferensial xG:

* 1966: 0,532

* 1970: 0,770

* 1974: 0,845

* 1978: 0,571

* 1982: 0,554

* 1986: 0,765

* 1990: 0,694

* 1994: 0,476

* 1998: 0,488

* 2002: 0,552

* 2006: 0,713

* 2010: 0,446

* 2014: 0,603

* 2018: 0,598

* 2022: 0,464

(Catatan: korelasi memiliki skala dari -1 hingga 1. Semakin dekat ke 1, semakin kuat koneksi “Ketika satu naik/turun, yang lain naik/turun”. Semakin dekat ke -1, semakin lebih kuat tautan yang berlawanan — ketika satu naik, yang lain turun. Dan semakin dekat ke 0, semakin lemah keseluruhan hubungan antara keduanya.)

Apa artinya ini: Sementara setiap guru statistik di dunia akan dengan cepat menunjukkan bahwa korelasi tidak sama dengan sebab-akibat, kita dapat mengatakan bahwa, dalam kasus ini, korelasi yang tinggi antara kedua ukuran ini menunjukkan bahwa turnamen tertentu memiliki jumlah yang lebih rendah. aneh, “Tim A melakukan tiga tembakan senilai 0,1 xG, Tim B melakukan 17 tembakan senilai 2,2, dan Tim A menang, 1-0” hasilnya.

Seperti yang Anda lihat di atas, Piala Dunia 1974 memiliki korelasi tertinggi. Tahun itu, Belanda dan Jerman Barat sejauh ini menghasilkan figur xG terkuat dalam kompetisi dan bertemu di final. Ada beberapa hasil yang cukup funky — tim Brasil yang cukup biasa-biasa saja (perbedaan xG: +0,1 per pertandingan) mencapai semifinal, sementara Skotlandia (+0,3) menghasilkan perbedaan terbaik ketiga dan gagal melaju dari babak penyisihan grup. (Mereka diikat dengan Yugoslavia dan Brasil di Grup 2 tetapi gagal karena perbedaan gol.) Tapi secara keseluruhan, statistik dan hasil sebagian besar setuju pada hierarki tim.

Itu benar-benar tidak terjadi di Qatar 2022. Tim dengan perbedaan xG terbaik sejauh ini – Jerman (+2,2 per pertandingan) – finis ketiga di Grup E berkat kekalahan 2-1 yang sangat funky dari Jepang (xG: Jerman 3.1, Jepang 1.5) dan perusak selisih gol saat Spanyol menang 7-0 atas Kosta Rika. Statistik: secara harfiah untuk pecundang dalam hal ini.

Tim terbaik kedua di turnamen, per diferensial xG? Brasil, yang kalah dalam adu penalti perempat final melawan Kroasia. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit meskipun margin xG miring (Brasil 2.6, Kroasia 0.6.)

Hingga saat ini, empat semifinalis turnamen menempati peringkat ketiga (Argentina), keempat (Prancis) … 19 (Maroko) dan 23 (Kroasia) dalam diferensial xG. Adu penalti beruntun Kroasia menang atas Jepang dan Brasil dan kemenangan berturut-turut Maroko atas Spanyol (adu penalti) dan Portugal (1-0) adalah kisah underdog yang luar biasa dan pembangun warisan bagi Luka Modric dari Kroasia dan hampir semua orang yang terkait dengan tim. Timnas Maroko. Tapi itu bukan hasil yang mungkin terjadi dua kali.

NewsTaruhan Olahraga

Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, Piala Dunia ini mungkin menawarkan jawaban yang pasti

Piala Dunia 2022 terasa seperti ‘Tarian Terakhir’ bagi dua bintang sepak bola terbesar, yang tak satu pun dari mereka pernah memenangkan hadiah terbesar olahraga tersebut. Lionel Messi, 35, mengatakan kepada media pada Agustus bahwa itu akan menjadi yang terakhir baginya, sementara Cristiano Ronaldo, yang akan berusia 38 tahun pada Februari, tampaknya bertekad untuk terus maju.

Namun kedua ikon tersebut telah mengalami turnamen yang sangat berbeda: Messi tinggal satu pertandingan lagi untuk memastikan bahwa Qatar 2022 akan selamanya dikenal sebagai Piala Dunia saat Argentina menghadapi Prancis di final pada hari Minggu. Tapi bagi Ronaldo dari Portugal, pria yang berbagi panggung terbesar olahraga dengannya selama lebih dari 10 tahun, itu adalah salah satu yang ingin dia lupakan.

Ronaldo meninggalkan Qatar dengan rekor ketika ia menjadi pemain pria pertama yang mencetak gol di lima Piala Dunia, tetapi dikatakan segala sesuatu tentang dampak yang berbeda dari kedua pemain bahwa ketika Messi menetapkan tolok ukur selama kemenangan semifinal Argentina atas Kroasia, mereka diperlakukan tidak lebih dari sebuah catatan samping. Dia menyamai rekor Lothar Matthaus (25) untuk penampilan terbanyak di Piala Dunia putra dan melewati Gabriel Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di kompetisi ketika dia mencetak gol ke-11 melawan Kroasia pada hari Selasa. Namun satu-satunya cerita pada malam itu adalah bahwa Messi telah memberi dirinya sendiri kesempatan untuk memenangkan trofi. Bagi Ronaldo, mimpinya berakhir tiga hari sebelumnya ketika Portugal disingkirkan oleh tim underdog Maroko di perempat final.

Bagaimanapun itu berakhir untuk Messi, alur cerita seputar dua pemain paling dikenal di planet ini sangat berbeda sejak mereka tiba di Timur Tengah.

Sementara Messi duduk dalam konferensi pers pertamanya di Pusat Konvensi Qatar hampir sebulan yang lalu, berbicara tentang perasaan “tenang” dan memuji semangat di kubu Argentina, suasananya sangat berbeda di Doha di pusat pelatihan Portugal di Al Shahaniya Sports Club.

Wawancara Ronaldo yang mengejutkan dengan jurnalis Piers Morgan – yang mendorong Manchester United untuk mengancam tindakan hukum sebelum “pemutusan kontrak bersama yang diatur dengan tergesa-gesa” – telah ditayangkan seminggu sebelumnya. Ketika Bernardo Silva mengadakan konferensi pers pertama Portugal di Qatar, pertanyaannya, dapat dimengerti , bukan tentang Piala Dunia Gelandang Manchester City memiliki reputasi sebagai orang yang relatif santun, tetapi tidak lama kemudian dia bosan dengan rentetan pertanyaan tentang rekan setimnya.

“Berita yang datang dari Inggris tidak ada kaitannya dengan timnas, jadi saya tidak akan mengatakan apa-apa,” ucapnya.

Beberapa hari kemudian, Ronaldo – yang menyelinap ke konferensi pers pagi tanpa iklan untuk menghindari sirkus media – meminta wartawan untuk berhenti bertanya kepada rekan satu timnya tentang kekacauan yang dia tinggalkan di Manchester. Itu tidak membantu, dan selalu ada perasaan bahwa Ronaldo bergantung pada semua yang dilakukan Portugal.

Selama babak penyisihan grup, Ronaldo mencoba mengklaim gol yang bukan miliknya melawan Uruguay. (Bruno Fernandes, yang akhirnya diberikan gol, mengatakan pasca-pertandingan bahwa “Kami senang dengan kemenangan terlepas dari siapa yang mencetak gol.”) Ketika Ronaldo diganti lebih awal melawan Korea Selatan, dia tertangkap kamera televisi mengucapkan kata-kata pelatih Fernando Santos adalah “terburu-buru untuk menggantikan saya” – sesuatu Santos kemudian akan mengatakan dia “tidak suka sama sekali,” sebelum menjatuhkan bintang ke bangku cadangan untuk sisa pertandingan Portugal.

Santos secara teratur duduk di konferensi pers sambil menggelengkan kepala dan memutar matanya ketika pertanyaan tentang Ronaldo muncul. Jelang babak perempat final melawan Maroko, Joao Felix kembali menuntut agar pertanyaan soal sang striker dihentikan. Santos melangkah lebih jauh, mengatakan bahwa sudah saatnya pemain berusia 37 tahun itu “ditinggal sendirian”.

Sementara Ronaldo menjadi pengalih perhatian bagi Portugal, pengaruh Messi pada skuat Argentina tumbuh seiring berjalannya Piala Dunia, dengan No. 10 ingin menunjukkan kehadiran pemersatu. Ketika penggemar Portugal mulai meragukan pahlawan mereka, orang Argentina semakin memeluk pahlawan mereka.

Jurnalis yang meliput Argentina telah terbiasa dengan pemadaman media selama Piala Dunia baru-baru ini, tetapi kali ini berbeda. Menyusul kekalahan mengejutkan 2-1 dari Arab Saudi dalam pertandingan pembukaan mereka, Messi bahkan berhenti di zona campuran untuk berbicara dengan wartawan di saat yang sulit. “Pesan saya kepada para suporter adalah memiliki keyakinan,” katanya. “Kami tidak akan membiarkan mereka terlantar.”

Messi telah melakukan lebih dari sekedar berbicara. Dalam pertandingan kedua Argentina melawan Meksiko — pertandingan yang berlangsung selama lebih dari satu jam di mana tim paling banyak menendang — Messi adalah pembeda, menghasilkan momen pertama dengan kualitas nyata dengan sentuhan dan penyelesaian yang menakjubkan dari jarak 25 yard.

Lajunya yang luar biasa di semifinal, mengalahkan bek Kroasia Josko Gvardiol dua kali sebelum melewati bek tengah di byline untuk memberi umpan kepada Julian Alvarez, akan diputar ulang berulang kali. Itu memberi perhatian bahwa keterampilan dan teknik yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia tujuh kali rekor masih ada, bahkan pada usia 35 tahun.

Kebenaran yang tidak menyenangkan bagi Ronaldo – yang masih menarik ribuan penggemar ke pertandingan Portugal hanya untuk menontonnya – adalah bahwa dia tidak mendekati pengaruh Messi di lapangan di Qatar. Dia mendapatkan golnya, penalti melawan Ghana, tetapi tidak banyak yang ditawarkan. Dijatuhkan oleh Santos menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Swiss, penggantinya yang berusia 21 tahun Goncalo Ramos mencetak hattrick dalam kemenangan 6-1.

Ditinggal di bangku cadangan lagi untuk perempat final melawan Maroko, Ronaldo masuk di awal babak kedua, tetapi satu peluangnya untuk menyamakan kedudukan ditembakkan langsung ke kiper. Itu adalah kesempatan yang akan dia ambil dengan mudah selama tahun-tahun puncaknya di Real Madrid, tapi dia bukan pemain itu lagi.

Dari segi kinerja, semakin jelas siapa yang memenuhi harapan, dengan Messi mengelola lima gol – diikat dengan Kylian Mbappe untuk penghargaan Sepatu Emas yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak Piala Dunia – dan tiga assist dan 1,26 G+A per 90, sementara Ronaldo hanya berhasil mencetak satu gol dan 0,31 G+A per 90 menit dari bangku cadangan.

Menyusul keluarnya Portugal, ada saran dari anggota keluarga bahwa Ronaldo dapat melanjutkan hingga Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, saat ia berusia 41 tahun. (Dengan berita Kamis bahwa Santos mengundurkan diri sebagai manajer, teka-teki Ronaldo akan menjadi urusan besar untuk penggantinya nanti.) Messi, sementara itu, telah mengatakan bahwa final hari Minggu melawan Prancis akan menjadi pertandingan terakhirnya di kompetisi — penampilannya yang ke-26, mencetak rekor untuk Piala Dunia putra. . Dia memiliki kesempatan untuk tampil tinggi, mengangkat trofi yang dimenangkan oleh dua pemain hebat lainnya di Pele Brasil dan Diego Maradona dari Argentina, dan satu-satunya hadiah yang menghindarinya selama karier yang membuatnya mengumpulkan segalanya.

Ronaldo tetap menjadi satu-satunya pemain aktif lainnya dengan CV yang mendekati, meskipun Piala Dunia 2022 mungkin masih dikenang sebagai perbedaan yang menentukan antara dua rival superstar generasi ini.

NewsTaruhan Olahraga

Pengarahan Piala Dunia 2022 lalu ada dua

Final hari Minggu antara Argentina dan Prancis menyatukan dua pemain terbaik dunia: Lionel Messi dan Kylian Mbappé

Dan kemudian ada dua! Setelah salah satu Piala Dunia yang paling tidak dapat diprediksi sepanjang masa, kami sekarang memiliki final yang tidak akan mengejutkan siapa pun – dan final yang seharusnya seperti apa.

Jangan takut, Pengarahan mengetahui sejarahnya dan sangat menyadari betapa bodohnya komentar itu – namun, namun, namun. Di semifinal mereka, baik Argentina dan Prancis menghadapi tim-tim dengan kecerdasan dan organisasi, tetapi keduanya menemukan cara untuk memaksakan kelas mereka sambil menunjukkan pertahanan pertahanan yang cukup untuk saling menggairahkan ke final.

Namun, rangkaian bakat ofensif hanyalah sebagian dari apa yang membuat penampilan hari Minggu begitu menarik secara teoritis. Pada akhirnya, olahraga adalah sebuah cerita, cerita-cerita mengagitasi jiwa manusia tidak seperti yang lain, dan ini adalah permainan yang sarat dengan narasi dan makna; dengan karakter dan tema.

Argentina, yang sudah menjadi juara Copa América, sedang berusaha memantapkan diri sebagai tim internasional terbaik di planet ini. Dan jika mereka menang pada hari Minggu, mereka akan meninggalkan Prancis dan Uruguay, yang duduk di dua Piala Dunia, untuk menyelip di belakang Jerman dan Italia yang memiliki empat, dan Brasil, memimpin dengan lima, sebagai sepak bola, keempat, er, ‘ bangsa yang paling menang. Itu satu hal.

Tetapi hal lain – hal yang menyibukkan kami untuk bagian terbaik dari satu generasi dan telah, secara signifikan, menentukan kompetisi ini – adalah apakah itu akan mendapat kehormatan untuk dimenangkan oleh Lionel Messi. Apakah dia pemain terhebat yang pernah ada tergantung pada kriteria Anda – menurut pemikiran Briefing, Messi tidak memiliki karisma yang berbahaya dan memabukkan dari Diego Maradona di Meksiko ’86, di mana dia bermain sepak bola asosiasi lebih baik daripada siapa pun sebelum atau sesudahnya. Tetapi ketika menyangkut ketidakpercayaan yang terus-menerus dan jeritan ketidakmungkinan biologis yang tidak disengaja, dia begitu jauh dari orang lain sehingga sulit untuk tidak bertanya-tanya apakah dia benar-benar ada. Jika Maradona melakukannya seperti setan, Messi bermain seperti Tuhan.

Prancis, sementara itu, mencari kemuliaan murni, dan tempat di antara galeri yang abadi. Tidak sejak Brasil pada tahun 1962 mempertahankan trofi paling signifikan dalam sepak bola, dan jika mereka menjadi tim pertama yang mencapai prestasi di era modern, mereka akan menyaingi pencapaian negara mereka sendiri dengan merebut Piala Dunia 1998 diikuti oleh Euro 2000, dan Spanyol dalam memanen tiga gelar berturut-turut – dua Kejuaraan Eropa dan satu Piala Dunia – antara 2008 dan 2012.

Seperti Argentina, mereka juga memiliki pemain yang mencari apa yang seharusnya menjadi mahkota kejayaan dalam karirnya, baru berusia 23 tahun, Kylian Mbappé akan berencana untuk memenangkan lagi dan lagi dan lagi. Tidak sejak Maradona ada pemain dengan kepercayaan diri yang tak ternilai – kepastian yang dapat dibenarkan dalam keunikan kemampuannya sendiri yang konyol – dan dia akan berharap menjadi sosok penentu final. Tapi tidak seperti Maradona, yang semuanya memantul, dan Messi, masih seorang pesulap yang menyeret, sederhana, Mbappé suka bermain, kekanak-kanakan; dan tidak kurang dari seorang pembunuh, malaikat maut sepak bola.

Namun, Argentina dan Prancis telah mencapai tahap ini bukan karena mereka memiliki pemain terbaik – meskipun demikian – tetapi karena mereka adalah tim terbaik, dan mengurangi pertandingan dengan begitu banyak aspek menjadi Messi v Mbappé adalah hal yang bodoh – hampir sama bodohnya dengan memprediksi sebuah klasik. Tapi itu sepak bola untukmu. Ayo!

Maroko gagal tetapi mereka telah menjadi pujian

Walid Reragui tidak dapat menahan godaan untuk mempertaruhkan orang-orang yang telah membawa Maroko ke jurang sejarah. Tapi adrenalin dan rasa kesempatan terbukti tidak bisa menggantikan kesiapan fisik. Nayef Aguerd bahkan tidak bisa melewati pemanasan, Romain Saïss memberi isyarat pahanya tidak bisa menopangnya begitu dia dibakar oleh Olivier Giroud. Noussair Mazraoui tidak bertahan melewati babak pertama. Ketiganya masuk dalam daftar yang diragukan. Mungkin Reragui mungkin lebih percaya pada kedalaman pasukannya. Setelah diubah menjadi 4-3-3, Maroko menyamai Prancis untuk membuat juara bertahan melihat ke waktu dan wasit untuk istirahat. Sofyan Amrabat unggul di lini tengah, sama seperti melawan Spanyol dan Portugal. Dia telah menjadi bintang, sama seperti lari timnya ke empat besar telah menjadi kisah yang paling disambut baik dari Piala Dunia Qatar.

Penggemar Argentina menambah keaslian di Qatar

Bagi mereka yang berada di Qatar, rasa jambore yang ditemukan di Piala Dunia sebelumnya agak tidak ada. Itu mungkin hasil sampingan dari mengadakan turnamen di kota super yang dibangun di tengah gurun, infrastruktur yang dibangun untuk mobil daripada pejalan kaki. Juga disarankan biaya akomodasi sengaja dibuat mahal untuk mencegah banjir kemanusiaan yang biasanya membengkakkan populasi kota tuan rumah. Maroko dan Arab Saudi, sebagai negara Arab, telah melawan tren itu, seperti halnya Argentina. Orang Amerika Selatan selalu melakukan perjalanan dalam jumlah besar, melakukannya di tengah kekecewaan di Rusia empat tahun lalu dan dengan Rio berubah menjadi kantong Argentina sebelum final 2014 melawan Jerman. Sementara pertanyaan terus diajukan tentang seberapa penuh stadion, sapuan biru dan putih Argentina telah menambah keaslian turnamen, seperti halnya lagu kebangsaan yang panjang dan bertele-tele yang dibawakan oleh penggemar mereka.

NewsTaruhan Olahraga

Prancis mengakhiri petualangan Maroko dan mencapai final Piala Dunia

Pada akhirnya, itu adalah kemenangan dari savoir-faire Prancis, kemampuan mereka untuk mengatur acara semacam ini, untuk menyelesaikan pekerjaan – bahkan ketika berada di bawah kemampuan terbaik mereka. Théo Hernandez mencetak gol lebih awal dan Didier Deschamps dapat merefleksikan performa pertahanan yang bagus, terutama dari Ibrahima Konaté, yang akan menghasilkan clean sheet pertama di Piala Dunia ini untuk timnya.

Ketika Kylian Mbappé berderak untuk hidup di dalam area akhir, menunjukkan jari-jari kakinya yang berkelap-kelip dan melihat tembakan rendah yang dibelokkan, ada pemain pengganti Randal Kolo Muani yang mencetak gol. Antoine Griezmann kembali tampil luar biasa di lini tengah, studi kasus dalam ketenangan di tengah hiruk pikuk, semua keseimbangan dan teknik yang mudah, apresiasinya terhadap segala sesuatu di sekitarnya menyenangkan, dan Prancis tetap berada di jalur untuk mempertahankan gelar mereka. Final melawan Argentina pada hari Minggu menjanjikan laga klasik.

Namun sapuan kuas yang lebar tidak memperhitungkan bagaimana Maroko membuat Prancis berkeringat, bagaimana mereka bermain dengan dada terbuka dan tidak ada tanda-tanda rasa rendah diri. Tim Afrika – tim pertama dari benua yang mencapai semifinal Piala Dunia – telah lama tertinggal dalam perjalanan epik mereka melewati Belgia di fase grup, Spanyol dan Portugal di babak sistem gugur.

Atlas Lions asuhan Walid Reragui mengolok-olok klaim Eropa yang angkuh bahwa mereka terlalu defensif dengan menyerang, mematahkan garis, dan menciptakan peluang. Itu adalah kesempatan untuk menggetarkan para penggemar yang telah mengubah stadion ini menjadi lautan merah, dan jutaan orang di kampung halaman. Ketika para pemain Reragui ambruk ke lapangan ketika pertandingan berakhir, mereka melakukannya dengan meninggalkan semuanya di luar sana.

Tembakan 200-1 di awal turnamen hanya pernah memenangkan dua pertandingan sebelumnya di level ini. Mereka telah menciptakan keajaiban; Leicester City mengalami kelebihan adrenalin atau, seperti yang dikatakan Reragui, Rocky Balboa. Ini akan menjadi langkah yang terlalu jauh meskipun, seperti yang dirayakan Prancis, ada momen yang sulit – tepuk tangan yang berkepanjangan dan menggetarkan untuk Maroko dari semua sisi arena.

Itu adalah malam ketika atmosfer berdenyut, rasa sejarah dan, ya, kemungkinan sulit untuk diabaikan. Itu adalah pengembalian lebih lanjut atas hasrat dan investasi besar-besaran dalam permainan Maroko dari Raja Mohammed VI dan federasi nasional. Setiap orang yang bepergian bertekad untuk menjalaninya sepenuhnya.

Apa yang tidak diperhitungkan Maroko adalah konsesi dari gol awal.

Reragui telah mengatur di lima bek untuk pertama kalinya dan itu dilanggar ketika Raphaël Varane memainkan umpan lucu ke kanan dalam untuk Griezmann, yang coba dicegat oleh Jawad El Yamiq. Dia gagal.

Umpan silang Griezmann rendah dan Mbappé memiliki dua upaya yang diblok. Setelah gol kedua, bola berada di tiang jauh untuk Hernandez dan penyelesaiannya dari samping sangat indah. Itu hanya gol kedua yang membuat Maroko kebobolan di sini – setelah gol bunuh diri yang aneh melawan Kanada – dan pertama kali mereka tertinggal.

Reragui telah kehilangan Nayef Aguerd sebelum kick-off, setelah awalnya memasukkannya ke starting XI, dan bek tengah kedua, Romain Saïss, yang sempat diragukan, tidak bertahan lebih dari menit ke-21. Dia tertatih-tatih beberapa saat setelah salah menilai bola tinggi dan membiarkan Olivier Giroud masuk.

Giroud menyerang bagian luar tiang. Noussair Mazraoui, yang juga mengalami cedera, tidak akan muncul lagi di babak kedua.

Mungkin bertanya-tanya apakah ketegangan fisik telah menyusul Maroko, namun mereka menuangkan lebih banyak energi ke dalam permainan. Reragui mengatur ulang menjadi 4-1-4-1 tanpa Saïss tetapi, di kedua sistem, Maroko mempertahankan garis tinggi dan mendorong ke depan. Prancis dengan senang hati duduk, memburu pergantian dan transisi dengan cepat.

Maroko melakukan pertarungan fisik, mereka menguasai 61% penguasaan bola dan mereka mengiklankan penyeimbang. Terutama ketika El Yamiq melakukan tendangan salto di menit akhir babak pertama setelah Giroud melakukan setengah tendangan sudut, mengirim bola ke sudut kiri bawah. Hugo Lloris menyeberang untuk mengarahkannya ke tiang.

Sebelumnya penjaga gawang melompat ke arah lain untuk mendorong bola sepak Azzedine Ounahi sementara Maroko menginginkan penalti ketika Hernandez membentur tulang kering dengan Sofiane Boufal.

Prancis seharusnya unggul 2-0 di menit ke-36. Aurélien Tchouaméni menemukan Mbappé yang tidak bisa menyelesaikannya, El Yamiq membersihkan, tetapi hanya sejauh Tchouaméni, yang mengirim umpan cepat kembali ke Giroud, yang tidak ditandai oleh titik penalti. Dia mengirim tembakan pertama kali melewati tiang – kesalahan yang buruk.

Maroko tidak ingin berpetualang, terutama Achraf Hakimi, yang berada di barisan penyerang kanan, terhubung dengan baik dengan Hakim Ziyech. Sofyan Amrabat unggul di depan lini pertahanan.

Maroko terus memaksakan masalah dengan tempo yang mengejutkan setelah babak pertama, beberapa pertukaran mereka di sepertiga akhir terlihat mudah. Penggantinya, Yahya Attiat-Allah, tidak bisa terhubung dengan kesempatan menembak ketika ditempatkan dengan baik. Dia juga menjadi hantu di belakang Jules Koundé, umpan silangnya ditepis oleh Konaté, sementara dia hampir memilih pemain pengganti Zakaria Aboukhlal.

Pengganti Prancis Marcus Thuram melewatkan sundulan yang jelas dan kemudian datang pembukaan ketika Maroko merasa jantung mereka berdetak kencang, pemain pengganti lainnya, Abderrazak Hamdallah, melenggang setelah Tchouaméni direbut. Hamdallah tidak dapat mengerjakan ruang yang diinginkannya dan ruang itu hilang.

Ke Mbappé untuk membunuh mimpi. Adalah Kolo Muani yang mendorong pergerakan tersebut menyusul umpan lepas dari Maroko tetapi Mbappé yang menyulutnya, kakinya yang cepat kabur, tembakannya mengenai pemain pengganti Abdessamad Ezzalzouli, untuk mematahkannya dengan baik.

Ketika Hamdallah melakukan upaya terakhir yang ditepis oleh Koundé, Maroko tidak mendapatkan penghiburan yang layak mereka dapatkan.

NewsTaruhan Olahraga

‘Seluruh dunia bangga’ Permainan Prancis selangkah terlalu jauh untuk Maroko, kata Reragui

Tidak ada tim Afrika yang pernah mencapai sejauh ini di Piala Dunia tetapi pelatih kepala Maroko, Walid Reragui, mengatakan timnya bisa mencapai final pada hari Minggu – ketika dia akan mendukung Prancis.

Atlas Lions adalah tim pertama dari benua yang mencapai semifinal, di mana mereka dikalahkan oleh gol dari Théo Hernandez dan Randal Kolo Muani, dengan Reragui mengungkapkan bahwa itu adalah target yang telah dia tetapkan sebagai pelatih dan bersikeras bahwa mereka harus melakukannya sekarang. selalu lolos ke kompetisi. Pada akhirnya, katanya, ini adalah permainan yang terlalu jauh untuk tim yang berjuang secara fisik.

Reragui mengungkapkan dia tidak punya pilihan selain menarik Nayef Aguerd sesaat sebelum kick-off karena flu dan kemudian menarik keluar Romain Saïss hanya 20 menit setelah pertandingan, tetapi dia bersikeras dia tidak menyesal telah mempertaruhkan kaptennya, meskipun mengakui itu berkontribusi pada a awal yang “buruk”.

“Di Piala Dunia ini mungkin satu langkah terlalu jauh. Bukan dalam hal kualitas atau taktik, tapi secara fisik kami kalah malam ini,” katanya. “Kami memiliki terlalu banyak pemain di 60% atau 70%. Dengan semua skuat yang fit, kami bisa menyebabkan banyak masalah bagi mereka.”

Maroko menyebabkan banyak masalah bahkan dengan masalah kebugaran mereka, mendorong Prancis sampai ke garis depan dan mengungguli mereka di sebagian besar pertandingan. Mereka memiliki lebih banyak penguasaan bola, sebanyak tembakan tepat sasaran dan membentur tiang selama babak kedua di mana mereka melewatkan cukup banyak peluang untuk melihat mereka lolos.

Pada akhirnya, gol lima menit dan 10 menit lagi dari akhir mengalahkan mereka.

“Kami kecewa dengan rakyat Maroko malam ini: kami ingin mempertahankan mimpi itu tetap hidup,” kata Reragui.

“Kami tahu kami telah mencapai sesuatu yang hebat dan semua orang bangga dengan kami. Kami senang dengan apa yang telah kami lakukan tetapi merasa kami bisa melangkah lebih jauh. Detail kecil itulah yang membantu juara sejati menang dan kami melihatnya malam ini. Saya memberi tahu para pemain bahwa saya bangga pada mereka, Yang Mulia bangga, rakyat Maroko bangga, seluruh dunia bangga. Kami bekerja keras, kami jujur, dan kami menunjukkan nilai-nilai yang ingin kami tunjukkan.

“Kami ingin menulis ulang buku-buku sejarah dan Anda tidak dapat melakukannya dengan keajaiban; butuh kerja keras. Kami telah memberikan gambaran yang baik tentang sepak bola Afrika dan itu penting karena kami mewakili negara dan benua kami. Orang-orang menghormati kami sebelumnya dan mungkin mereka akan lebih menghormati kami sekarang. Ke depan harus lebih baik lagi,” imbuhnya.

“Kami melangkah lebih jauh dari Brasil, Spanyol, Jerman, semua tim teratas, tetapi kami harus menunjukkannya secara teratur jika kami ingin Maroko berada di peta sepakbola dunia. Kami mungkin tidak akan pernah sebagus Brasil, Prancis, Inggris, tetapi saya ingin kami lolos ke setiap Piala Dunia. Kami telah membuktikan bahwa orang Afrika dapat berhadapan langsung dengan tim-tim top. Kami harus bekerja keras untuk menunjukkan bahwa itu bukan kebetulan.”

Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps, mengatakan timnya perlu memberikan perhatian khusus kepada Lionel Messi setelah mengamankan tempat mereka di final Piala Dunia kedua berturut-turut.

“Messi telah tampil gemilang sejak awal turnamen, empat tahun lalu semuanya berbeda tentunya,” kata Deschamps. “Dia banyak mengambil bola dan dia berlari dengannya dan terlihat dalam kondisi bagus.”